Senin, 18 November 2013

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL



A.    Ibu Hamil


Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40) (Prawirohardjo, 2009). 
Masa kehamilan adalah dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Sarwono, 2008).
Seorang ibu dapat didiagnosa hamil adalah apabila didapatkan tanda-tanda pasti kehamilan yaitu Denyut Jantung Janin (DJJ) dapat didengar dengan stetoskop laenec pada minggu 17-18, dapat dipalpasi (yang harus ditemukan adalah bagian-bagian janin jelas pada minggu ke-22 dan gerakan janin dapat dirasakan dengan jelas setelah minggu 24) dan juga dapat di Ultrasonografi (USG) pada minggu ke-6 (Kusmiyati et all 2008).


Menurut Bagus Ida mengatakan tanda pasti hamil adalah ada atau terdapat gerakan janin dalam rahim (terlihat atau teraba gerakan janin dan teraba bagian-bagian janin), terdengar denyut jantung janin (didengar dengan stetoskop laenec, alat kardiotokografi atau EKG dan alat Doppler, dilihat dengan ultrasonografi, pemeriksaan dengan alat canggih, yaitu rontgen melihat kerangka janin, ultrasonografi) (Bagus Ida, 2005).


Dengan disimpulkan bahwa Ibu hamil adalah seorang ibu dimulai masa kehamilan atau mulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari atau 40 minggu, di hitung dari hari pertama haid terakhir dan dapat dilihat tanda pasti hamil yaitu ada gerakan janin dalam rahim (terlihat atau teraba gerakan janin dan teraba bagianbagian janin), terdengar denyut jantung janin (didengar dengan stetoskop laenec, alat kardiotokografi atau EKG dan alat Doppler, dilihat dengan ultrasonografi, pemeriksaan dengan alat canggih, yaitu rontgen melihat kerangka janin, ultrasonografi


B.     Pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care)


1)      Pengertian ANC (Antenatal Care)


ANC (Antenatal Care) adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan (Mufdliah, 2009).


ANC (Antenatal Care) merupakan perawatan atau asuhan yang diberikan kepada ibu hamil sebelum kelahiran, yang berguna untuk memfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu hamil atau bayinya dengan menegakkan hubungan kepercayaan dengan ibu, mendeteksi komplikasi yang dapat mengancam jiwa, mempersiapkan kelahiran dan memberikan pendidikan kesehatan (Mufdliah, 2009).


ANC (Antenatal Care) adalah pelayanan yang diberikan oleh ibu hamil secara berkala untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya. Pelayanan antenatal ini meliputi pemeriksaan kehamilan, upaya koreksi terhadap penyimpangan dan intervensi dasar yang dilakukan (Dep. Kes. R.I, 1997).


2)      Tujuan ANC (Antenatal Care)


Menurut Vivian (2010) tujuan asuhan kehamilan yaitu :


a)      Tujuan umum


Menurunkan atau mencegah kesakitan, serta kematian maternal dan perinatal.


b)      Tujuan khususnya adalah sebagai berikut :


1.      Memonitor kemajuan kehamilan guna memastikan kesehatan ibu dan perkembangan bayi yang normal


2.      Mengenali secara dini penyimpangan dari normal dan memberikan penatalaksanaan yang diperlukan


3.      Membina hubungan saling percaya antara ibu dan bidan dalam rangka mempersiapkan ibu dan keluarga secara fisik, emosional, serta logis untuk menghadapi kelahiran dan kemungkinan adanya komplikasi.





3)      Manfaat ANC (Antenatal Care)


Menurut Vivian (2010) manfaat melakukan Antenatal Care (ANC) kehamilan dan persalinan akan berakhir dengan hal-hal sebagai berikut :


a)      Ibu dalam kondisi selamat selama kehamilan, persalinan dan nifas tanpa trauma fisik maupun mental yang merugikan


b)      Bayi dilahirkan sehat, baik fisik maupun mental


c)      Ibu sanggup merawat dan memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya


d)     Suami istri telah ada kesiapan dan kesanggupan untuk mengikuti keluarga berencana setelah kelahiran bayinya.


4)      Frekuensi kunjungan ANC (Antenatal Care)


Frekuensi dari pemeriksaan antenatal (Dep.Kes RI, 1997) dalam buku asuhan kebidanan pada kehamilan (Saryono, 2010) yaitu sebagai berikut :


a)      Minimal 1 kali pada trimester satu (sebelum usia kehamilan umur 14 minggu)


b)      Minimal 1 kali pada trimester kedua (usia kehamilan 14-28 minggu)


c)      Minimal 2 kali pada trimester ketiga (usia kehamilan 28-36 minggu/lebih dari 36 minggu)


5)      Standar pelayanan antenatal


Menurut Departemen Kesehatan RI 2003, standar pelayanan antenatal ada 6 (Mufdlilah, 2009) :


a)      Identifikasi ibu hamil


b)      Pemantauan dan pelayanan antenatal


c)      Palpasi abdominal


d)     Pengelolaan anemia pada kehamilan


e)      Pengelola dini hipertensi pada kehamilan


f)       Persiapan persalinan


6)      Pelayanan ANC (Antenatal Care)


Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional (dokter spesialis kebidanan, dokter umum, tenaga kebidanan) untuk ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standart minimal pelayanan antenatal meliputi 7T (Mufdlilah, 2009) yaitu :


a)      Timbang berat badan


Berat badan diukur setiap ibu datang atau berkunjung untuk mengetahui kenaikan BB atau penurunan BB (Berat Badan). Kenaikan berat badan ibu normal rata-rata antara 6,5 kg sampai 16 kg (Wikjosastro dalam kutipan Saryono, 2010)


Menurut Saryono (2010) berat badan dilihat dari Quetet atau Body mass indek (Indek Masa Tubuh = IMT). Ibu hamil dengan berat badan dibawah normal sering dihubungkan dengan abnormalitas kehamilan. Penilaian indeks masa tubuh diperoleh dengan rumus :


Nilai Indek Masa Tubuh (IMT)
Kategori
< 20
Underweight (dibawah normal)
20-24,9
Desirable (normal)
25-29,9
Moderate obesity (gemuk/lebih dari normal)
Over 30
Severe obesity (sangat gemuk)



































b)      Ukur tinggi badan


Tinggi badan diperiksa sekali pada saat ibu hamil datang pertama kali kunjungan, dilakukan untuk mendeteksi tinggi badan ibu yang berguna untuk mengkategorikan adanya resiko apabila hasil pengukuran < 145 cm (Wikjosastro dalam kutipan Saryono, 2010).


c)      Ukur tekanan darah


Menurut mufdlilah (2009), kenaikan tekanan darah dan tekanan diastole yang mencapai > 140/90 mmHg atau mengalami kenaikan 15 mmHg dalam 2 kali pengukuran dengan jarak 1 jam. Ibu hamil dikatakan dalam keadaan preeklampsi mempunyai 2 dari 3 preeklampsi. Apabila preeklampsi tidak dapat diatasi, maka akan berlanjut menjadi eklampsi. Dimana eklampsi merupakan salah satu faktor utama penyebab tejadinya kematian maternal.


d)     Pemberian imunisasi TT (Tetanus Toxoid)


Tujuan pemberian imunisasi TT adalah untuk melindungi janin dari tetanus neonatorum.


e)      Ukur tinggi fundus uteri


Pengukuran tinggi fundus uteri dengan menggunakan pita, letakkan titik nol pada tepi atas sympisis dan rentangkan sampai fundus uteri (fundus tidak boleh ditekan).


Menurut mufdlilah (2009), pengukuran Tinggi Fundus Uteri (TFU) dilakukan secara rutin dengan tujuan mendeteksi secara dini terhadap berat badan janin. Indikator pertumbuhan berat janin intra uterine, tinggi fundus uteri dapat juga mendeteksi secara dini terhadap terjadinya molahidatidosa (kehamilan mola/kehamilan anggur), janin ganda atau hidramnion dimana ketiganya dapat mempengaruhi terjadinya kematian maternal.


f)       Temu wicara/konseling


g)      Tablet FE (pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan)


Tujuan pemberian tablet Fe adalah untuk memenuhi kebutuhan Fe pada ibu hamil, karena pada masa kehamilan kebutuhannya meningkat seiring dengan pertumbuhan janin (Dep. Kes RI, 1997). Zat besi ini penting untuk mengkompensasi peningkatan volume darah yang teerjadi selama kehamilan dan untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan janin yang adekuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMAHAMI KASUS KOMPLIKASI PADA BBL

MAKALAH MEMAHAMI KASUS KOMPLIKASI PADA BBL (Asfiksia Intrauterin, Asfiksia Ekstrauterin, Hipoglikemia, Sepsis, Kejang) Disusun ...